Profil Desa

Tentang Kami

Selamat datang di Website Resmi Desa Sembung!

Di sini, kami berkomitmen untuk menyediakan informasi terkini dan terpercaya seputar Desa Sembung kepada seluruh warga dan pengunjung. Sebagai pusat informasi resmi, kami berupaya menghadirkan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan desa, mulai dari berita terbaru, peraturan desa, hingga potensi ekonomi dan budaya yang kami miliki. Website ini juga berfungsi sebagai media komunikasi yang memudahkan warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, atau permohonan informasi. Melalui fitur kontak dan forum diskusi yang kami sediakan, partisipasi Anda dalam pembangunan desa menjadi lebih mudah dan terbuka. Kami menjunjung tinggi prinsip transparansi pemerintahan dengan memberikan akses penuh kepada warga mengenai informasi keuangan, kebijakan, dan program desa. Dengan ini, kami berharap dapat membangun kepercayaan dan akuntabilitas bersama seluruh warga Desa Sembung. Selain itu, kami ingin mengajak Anda untuk lebih aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan desa. Melalui pengumuman dan agenda yang kami tampilkan, Anda dapat selalu terlibat dalam setiap langkah menuju kemajuan Desa Sembung. Tak hanya itu, website ini juga merupakan jendela promosi potensi Desa Sembung. Kami memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan produk lokal unggulan kepada masyarakat luas. Mari bersama-sama, kita ciptakan Desa Sembung sebagai tujuan investasi dan wisata yang menarik.

Terima kasih telah berkunjung, dan mari bersama-sama membangun Desa Sembung yang lebih baik!

Wilayah Desa

Desa Sembung terbagi menjadi beberapa dusun yang tersebar di dua sisi jalur Pantura. Di selatan Pantura, terdapat Dusun Sembung, Dusun Dukuh Sari 1, Dusun Dukuh Sari 2, Dusun Kamijoro, dan Dusun Pagedangan. Sedangkan di utara Pantura, desa ini meliputi Dusun Kemloko dan Dusun Kendalsari. 

Visi Misi Desa

 

VISI

” MENUJU DESA SEMBUNG MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI ”

MISI

  1. Mempercepat pembangunan fisik menuju desa yang bersih, indah, teratur dan tertib;
  2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat berpendidikan yang berlatar belakang keagamaan/religius;
  3. Memperluas lapangan kerja yang dipersiapkan untuk generasi milenial;
  4. Membangun sarana pendukung ekonomi perdagangan, pertanian, peternakan dan industri kecil;
  5. Mengoptimalkan potensi usaha pendapatan desa untuk menjadi Desa Mandiri.
  6. Mewujudkan pemerintahan desa yang tertib dan berwibawa

TUJUAN & SASARAN  :

Tujuan

Mewujudkan lingkungan desa yang sehat dan bersih, indah, teratur dan tertib;

Sasaran :

  1. Tersedianya lingkungan desa yang sehat dan bersih
  2. Tersedianya lingkungan air  warga
  3. Tersedianya MCK umum warga
  4. Terbentuknya komunitas kebersihan lingkungan warga

Tujuan

Mewujudkan sarana dan prasarana desa yang memadai;

Sasaran :

  1. Tersedianya perencanaan pembangunan desa
  2. Tersedianya jalan desa yang baik dan memadai
  3. Tersedianya saluran irigasi sawah yang baik
  4. Terbentuknya himpunan kelompok petani pemakai air yang rukun dan bersahaja
  5. Tersedianya saluran air lingkungan warga
  6. Tersedianya sarana MCK umum warga

Tujuan

Mewujudkan masyarakat desa yang berpendidikan yang kuat dalam ilmu keagamaannya;

Sasaran :

  1. Tersedianya masyarakat desa yang berpendidikan
  2. Tersedianya masyarakat desa yang bermartabat

Tujuan

Mewujudkan generasi milenial berpendidikan yang punya pekerjaan;

Sasaran :

  1. Tersedianya pelatihan usaha produksi desa generasi milenial
  2. Terbinanya kelompok milenial yang berpendidikan

Tujuan

Mewujudkan sarana pendukung untuk memajukan perekonomian perdagangan, pertanian, peternakan dan industri kecil;

Sasaran :

  1. Terselenggaranya pelatihan usaha produksi rumah tangga desa
  2. Terbinanya kelompok usaha industri rumah tangga desa

Tujuan

Mewujudkan desa yang mempunyai anggaran pendapatan desa yang tinggi.

Sasaran :

  1. Tersalurkannya hasil usaha produksi pertanian masyarakat desa
  2. Tersalurkannya hasil produksi industri rumah tangga

Tujuan

Terwujudnya pemerintahan desa yang tertib dan lancar

Sasaran :

  1. Tersedianya aparatur desa yang siap melayani masyarakat
  2. Tersedianya kantor desa yang dapat melayani masyarakat desa
  3. Tersedianya data dan informasi desa

 

Sejarah Desa

Desa Sembung berdiri pada abad ke 18. Berdasarkan  cerita dari para sesepuh Desa Sembung, bahwa konon nama Sembung menjadi sebuah desa yaitu pada abad ke 18-an. Lurah (Petinggi) yang menjabat  bernama Sulaiman bertempat tinggal di Dukuh Pagedangan Desa Sembung Kecamatan Limpung, Bp Sulaiman bin hawa  berkuasa dari abad 18-an sampai dengan tahun 1908. Beliau wafat Tahun 1908 dengan meninggalkan dua orang anak, yaitu Suparmi. (Nara Sumber: Sugiri, Suprapto)

Lurah (Petinggi) yang ke 2 bernama Bp. Yahmin alias Kromo Wijoyo bin Kasdan bin Sremon, bin Ki Kendil. Bp Yahmin/ Kromo Wijoyo berkuasa selama 25 Tahun mulai Tahun  1908 sampai dengan 1933. Ki Kendil (buyut dari Kromo Wijoyo) menjadi penatus di Desa Karang Tengah pada abad ke 18-an, tepatnya tahun 1825-an, masa satu perjuangan dengan Pangeran Diponegoro.  Konon Ki Kendil berasal dari keluarga Kraton Kartosuro yang di keluarkan dari keluarga Kraton karena anti penjajah Belanda. Ki Kendil bersama dengan dua saudaranya yang benarna Ki Ageng Jatisari dan Kiageng Gringsing mereka bertiga keluar dari Kraton Kartosuro untuk mencari perlindungan di Daerah subah dan gringsing. Karena mereka pandai, bijaksana dan mempunyai jiwa kepemimpinan maka olah masyarakat setempat mereka dijadikan Penatus (Lurah/Kepala Desa). Bp Yahmin (Kromo Wijoyo) wafat Tahun 1933 dengan meninggalkan anak 5 orang dari 2 ibu. Istri pertama bernama Siko menurunkan 2 anak yaitu Suratmo dan Suradi. Sedang dengan istri ke dua bernama Suparmi binti Sulaiman (Lurah pertama Desa Sembung) menurunkan 3 orang anak, yaitu Sugiri, Suprapto, dan Hj. Suprapti. (Nara Sumber: H. Sukarno, Sugiri, Prayitno).

Lurah (Petinggi) yang ke 3 dijabat oleh Bp. Rachmat bin Joyo berasal dari Desa Rowosari Kecamatan Limpung. Rumah Bapak Rachmat berada di Dukuh Pagedangan, masa jabatannya 9 tahun (1933 – 1942). Berkuasa pada masa pasca perebutan Kemerdaan RI sehingga pemerintahan tidak berjalan maksimal karena sering ditinggal mengungsi (ngili-bahasa jawa). Masa itu peralihan penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang. Bp Rachmat wafat tahun 1942 meninggalkan 5 anak yang bernama, Suriatun, Subadri, H. Sunaryo, Supa’at, dan Musri’ah. (Nara Sumber: Sugiri; Sutamin).

Lurah (Petinggi) yang ke 4 barnama Bapak Suratmo bin Yahmin/ Kromowijjoyo menjabat Lurah selama 10 Tahun dari Tahun 1942 samp dengan 1952. Bapak Suratmo mempunyai satu istri tetapi  tidak mempunyai keturunan. Rumah tempat tinggal beliau di Dukuh Sembung, wafat Tahun 1952. (Nara Smber: Sugiri; Suprapto; Sutamin)

Lurah (Petinggi) yang ke 5 bernama Bapak Suradi bin Yahmin/Kromowijoyo (adik Bapak Suratmo) beliau dikenal sebagai Bapak Pembangunan karena banyak pembangunan sarana prasarana yang bisa dicapai. Bidang keagamaan berdinya renovasi ke 2 masjid Jami’ At Taqwa Kamijoro, berdirinya musola-musola di tiap pedukuhan, dan dimulainya ada kegiatan pengajian selapan di seluruh tempat ibadah di wilayah Sembung. Selapanan yang masih berjalan sampai sekarang yaitu slapanan Rabu Wage di Masjid Jamik At Taqwa Kamijorro. Rumah tempat tinggal di Dukuh Sembung, beliau wafat Tahun 1959 dengan meninggalkan 2 orang istri dan 6 orang anak. Istri pertama bernama Surtinah mempunyai empat anak yaitu: Suyono, Siti Sulastri, Siti Sundari dan Siti Solikhin. Sedang istri ke 2 mempunyai dua anak yaitu: Slamet dan Siswantini. (Nara Sumber: Sugiri, Sutamin; H. Sukarno).

Lurah (Kepala Desa)  ke 6 bernama Bapak Wa’id Karto Winoto bin Saijan, berkuasa selama 13 Tahun dari Tahun 1959 s/d 1972, beliau bertempat tinggal di Dukuh Kuwukan (Dukuhsari) wafat 1989 meninggalkan dua orang istri dan dua orang anak. Istri pertama bernama Bawon Tarsiah mempunyai anak Sri Basuki dan Sri Wahyuni, sedang  istri yang ke dua tidak mempunyai anak/ keturunan. (Nara Sber: A. Gugus Setiawan, Bachrurodji; Sugiri; Sutamin).

Kepala Desa ke 7 bernama Bapak Pi’i bin Jahid berkuasa selama 17 Tahun dari Tahun 1972 s/d 1989 beliau termasuk tokoh pejuang Golkar, sehingga sampai mendapatkan bonus tamabahan jabatan Kepa Desa. Sedianya masa jabatan Kades 10 Tahun , diperpanjang hingga 17 Tahun. Beliau wafat meninggalkan 3 orang istri dan 6 orang anak. Istri pertama bernama Ngasmi mempunyai 3 anak bernama Nok Mi, Prtono, Parno, Istri ke dua dikaruniai ...anan, yaitu Lasmono/Mulyadi, Paryoto/Paryanto, Sutego, Istri yang ke tiga mempunyai 1 anak yaitu Rubiyanto alias Mujo. (Nara Sumber: Sagiman).

Kepala Desa yang ke 8 bernama Bapak Bachrurdji bin Ahmad Sayuti (menantu Bapak Wa’id) memegang jabatan Kepala Desa selama 9 Tahun. Yaitu dari tahun 1989 s/d 1998. Beliau bertempat tinggal di Dukuh Dukuhsari mempunyai istri yang bernama Sri Wahyuni dan dikaruniai  3 anak, yaitu A. Gugus Setiawan, Arif Widiyanto, dan Ari Kurniati. A. Gugus Setiawan mejabat sebagai Sekdes Desa Sembung mulai Tahun 2008, sedangkan Wiwik menjadi guru (PNS), dan Ari Kurniati wiraswasta di wilayah Kendal. . (Nara Sumber: A. Gugus Setiawan).

Kepala Desa yang ke 9 bernama Bapak Moh. Anwar bin Parmin memegang jabatan selama 9 tahun mulai tahun 1998 s/d 2007. Beliau bertempat tinggal di Dukuh Kendalsari, wafat Tahun 2016 meninggalkan 5 istri dan 7 anak. Istri yang pertama dikaruniai 1 anak  yang bernama Purwati, istri yang kedua bernama dikaruniai 1 anak, yang berada di Desa Plelen , Istri ke tiga bernama Tini tidak dikaruniai anak. Istri ke 4 bernama Riyo Asih dikaruniai 1 anak bernama Imronah, istri yang ke 5 bernama Sriatun dikaruniai 3 anak, yaitu Sulistiywati, Edi Wibowo, Sri Hartinah. (Nara Sumber: Sagiman).

Kepala Desa yang ke 10 bernama Bapak Slamet Sutrisno bin Subadri yang bertempat tinggal di Dukuh Kamijoro. Memerintah Desa Sembung selama 6 tahun yaitu mulai tahun 2007 s/d 2013. Isti bernama Siti Sukhaeriyah dikaruniai satu orang anak bernama Nurtiningsih. (Nara Sumber: H. M. Untung).

Kepala Desa yang ke 11 bernama  Bp. Suryanto bin Kabul bertempat tinggal di Dukuh Dukuhsari. Memegang kekuasaan selama 6 tahun mulai tahun 2007 s/d 2013. Istri bernama Nur Rokhayatun dikaruniai 3 anak yang bernama Tegar Priyatna Latif, Satia Dwija Sista dan Naisha Raharjeng Hemaksi. (Nara Sumber: Nurkhoyin).

Kepala Desa yang ke 12 bernama Bapak H. M. Untung, S.Pd., M.Pd. bermpat tinggal di Dukuh Sebung, menjabat Kepala Desa dari Tahun 2019 s/d sekarang. Istri bernama Kusniyati dan dikaruniai 3 orang anak yang berama Ledy Diyana Sari, Dhermawati Putri Mustikasari dan Ady Putra Dhermawan. (Nara Sumber: H. M. Untung).

Penulis Sejarah

H.M. Untung, S.Pd.,M.Pd.

Kepala Desa Sembung

TAHUN 2020

 

Geografis

Desa Sembung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Secara astronomis, Desa Sembung terletak pada koordinat 6º 57' 9.212" LS dan -109º -56' -39.109" BT dengan luas wilayah 416,50 hektar.  Desa ini berada pada jalur utama yang menghubungkan Jakarta-Surabaya.

  1. Batas Sebelah Utara    : Desa Kedawung
  2. Batas Sebelah Barat    : Desa Kalibalik
  3. Batas Sebelah Selatan : Desa Kalangsono
  4. Batas Sebelah Timur   : Desa Penundan

Kondisi wilayah Desa Sembung merupakan kombinasi antara dataran rendah dan pegunungan. Dengan kondisi ini Desa Sembung mempunyai potensi yang sangat besar untuk industri, pertanian, dan persawahan.

Secara Geologi jenis batuan yang berada di daerah tersebut adalah endapan Kuarter berumur Pleistosen yang merupakan Formasi Damar (QTd), terdiri-dari batulempung tufan, breksi gunungapi, batupasir, tuf dan konglomerat, serta diperkirakan diendapkan pada lingkungan non marine. Jenis tanah yang terdapat di Desa Sembung umunya  terdiri dari tanah vulkanik dan tanah aluvial. Penggunaan tanah di Desa Sembung sebagian besar diperuntukkan sebagai lahan pertanian sawah, pemukiman, perkebunan dan berbagai fasilitas lainnya, seperti sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya. Sumberdaya air di Desa Sembung yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan - kegiatan masyarakat umunya berasal dari sumur gali dan aebagaian kecil dari air sungai.

 

Demografis